Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

ULPBJ Kabupaten Bogor Sering Temukan Dokumen Tak Lengkap

Dibaca 0 kali


CIBINONG (Emsatu.com)- Setiap proses tender atau lelang proyek, pihak ULP Kabupaten Bogor kerap menemukan adanya berkas dokumen tidak lengkap. Temuan itupun didapatkan ketika dilakukan pengecekan on the spot ke lapangan, seperti yang ditemukan oleh tim pokja 1 ULP Kabupaten Bogor pada lelang proyek beberapa waktu lalu.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 1 pada Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor, Muhaimin mengatakan, belum lama ini juga menemukan berdasarkan hasil on the spot ke lapangan bahwa berkas dokumen penawaran yang dimasukan tidak memenuhi persyaratan (patut diduga surat dukungan yang dilampirkan palsu).

"Diantaranya terbukti dengan adanya temuan perbedaan tandatangan, cap dan nama sipenandatangan dengan nama yang tertera di KTP pemiliknya. Kami tidak mungkin meloloskan yang seperti itu," ungkapnya.

Senada di katakan anggota Pokja 1, Brian P, bahwa dokumen dan berkas berkas akan diperiksa secara selektif dan hati hati. "Kami juga harus memeriksa keabsahan berkas serta kevalidan data yang mereka sampaikan saat penyedia/kontraktor memasukan dokumen penawaran dalam sebuah tender proyek. Ini penting agar kami dapat benar-benar memilih penyedia yang qualified yang akan mengerjakan suatu proyek pemerintah, sehingga tidak asal-asalan," ungkapnya.

Brian menjelaskan, dalam proses kerjanya, Pokja 1 ULPBJ Kabupaten Bogor menurutnya sudah bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan tidak ada celah untuk berbuat curang karena berkas dokumen penawaran yang dienkripsi dan kemudian diupload oleh peserta lelang akan langsung masuk ke dalam portal Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang dikelola oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor.

"Nah jadi sebenarnya jika ada pengaduan soal upload berkas, atau portal LPSE nya sedang eror, itu diadukannya ke LPSE di Diskominfo. Bukan kepada kami di ULP," tegas Brian.

Selain itu Muhaimin juga menambahkan, dalam kasus tender yang terjadi selama ini, para kontraktor cenderung hanya siap menang dan tidak siap kalah. Padahal, semua berkas dokumen penawaran yang masuk harus memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan pada dokumen pemilihan. Jadi,  jika ada satu saja persyaratan yang tidak dipenuhi maka dapat dipastikan penawaran tersebut gugur.

"Jadi harapan kami, ketika peserta tender menemukan bahwa dokumen penawaran yang dimasukan gugur dan peserta tender dinyatakan kalah maka sebaiknya peserta tender mengevaluasi diri dan membaca kembali dokumen pemilihan secara cermat dan teliti. Bertanyalah jika ragu terhadap dokumen penawaran yang sudah dibuat ataupun kalau bingung dan takut jika ada yang masih salah atau kurang. Dan apabila menemukan kesulitan dalam proses upload dokumen penawaran dapat berkonsultasi kepada LPSE," tutupnya. (SHT)

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »