Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

ULP Kabupaten Bogor Bekerja Profesional dan Selektif

Dibaca 0 kali



BOGOR (Emsatu.com) - Nilai penawaran terendah atau banting harga, dalam mengikuti lelang atau tender suatu proyek pekerjaan, sudah menjadi fenomena tersendiri. Banting harga itupun ternyata tak menjamin penyedia atau kontraktor memenangkan tender. Bahkan, rendahnya penawaran harga yang jauh di bawah HPS yang telah ditentukan, dapat berdampak terhadap hasil pekerjaan.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 1 pada Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor, Muhaimin mengatakan, Pokja dalam mengevaluasi dokumen penawaran tidak hanya berdasarkan kepada harga penawaran terendah saja, melainkan juga harus memperhatikan kesesuaian dokumen penawaran yang diupload oleh peserta tender dengan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan di dalam dokumen pemilihan. Dengan kata lain peserta tender harus memenuhi semua persyaratan sebagaimana yang telah tertuang di dalam dokumen pemilihan.

"Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 dan Permen PUPR nomor 7 tahun 2019," ungkapnya.

Dalam melaksanakan kinerja, ULP juga bekerja sangat profesional, selektif dan hati hati. Terutama ketika melakukan on the spot ke lapangan untuk memeriksa dokumen dari perusahaan yang ikut tender.



Lebih lanjut Muhaimin mengatakan bahwa proses evaluasi dari suatu paket pekerjaan yang di tenderkan tidak lah sederhana. Ada mekanisme yang harus dikerjakan dan dilalui oleh Pokja ULP. Mulai dari pemeriksaan kelengkapan berkas adminitrasi, teknis, harga hingga kualifikasi perusahaan.

Muhaimin juga menambahkan, dalam kasus tender yang terjadi selama ini, para kontraktor cenderung hanya siap menang dan tidak siap kalah. Padahal, semua berkas dokumen penawaran yang masuk harus memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan pada dokumen pemilihan. Jadi,  jika ada satu saja persyaratan yang tidak dipenuhi maka dapat dipastikan penawaran tersebut gugur.

"Jadi harapan kami, ketika peserta tender menemukan bahwa dokumen penawaran yang dimasukan gugur dan peserta tender dinyatakan kalah maka sebaiknya peserta tender mengevaluasi diri dan membaca kembali dokumen pemilihan secara cermat dan teliti. Bertanyalah jika ragu terhadap dokumen penawaran yang sudah dibuat ataupun kalau bingung dan takut jika ada yang masih salah atau kurang. Dan apabila menemukan kesulitan dalam proses upload dokumen penawaran dapat berkonsultasi kepada LPSE," tandasnya. (SHT)

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »