Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Optimalkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana di Daerah Rawan Bencana

Dibaca 0 kali


BOGOR (Emsatu.com) - Sebanyak 4 daerah di Jawa Barat masuk kedalam kategori daerah rawan bencana. Diantaranya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut dan Tasikmalaya. Hal tersebut terungkap saat digelar workshop Resilience Culture Province di Hotel Permat, Jalan Pajajaran, Selasa (23/7/2019). 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pemprov Jabar, Dani N Badriansyah mengungkapkan, dari 27 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat itu terdapat 4 daerah terbesar potensi rawan bencana. "Empat daerah itu apabila merujuk ke nasional, yaitu Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya. Kemudian secara keseluruhan dari 27 Kota Kabupaten itu, ada 20 Kabupaten Kota yang memang kategori rawan bencana. Tapi sebetulnya itu ada patahan beberapa di Jabar memang semua berpotensi mengarah ke sesuatu yang tidak diharapkan terkait potensi bencana," ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggencarkan sosialisasi dan membina kesiapsiagaan bencana yang melibatkan berbagai pihak. Diantaranya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan edukasi, beberapa komunitas penggiat kebencanaan, serta beberapa pakar terkait dengan pendidikan kebencanaan. Resilience Culture Province merupakan kegiatan untuk menarik data masukan saran dari Kabupaten Kota untuk mewujudkan masyarakat Jawa Barat tangguh bencana. Dimana hal ini berkaitan dengan bagaimana membentuk Jawa Barat, khususnya masyarakat Jabar tangguh dan siap bila terjadi bencana. 

"Karena kita tahu bahwa Jabar dan juga beberapa daerah di Indonesia, saat ini memang sedang mengalami situasi rawan bencana dan di Jabar sendiri secara pemetaan geologi, demografi dan juga dari cuaca itu ada titik di Jabar ini yang berpotensi untuk terjadinya rawan bencana," katanya.

Dani menjelaskan, dengan adanya kegiatan workshop saat ini yang dilakukan, tidak hanya di wilayah BKPP wilayah Bogor saja, sebetulnya ini kewilayahan. Kemarin juga di Bandung pernah di lakukan KBB, Periangan, kemudian Purwakarta kemudian di Bogor dan dilanjut di Cirebon. Kemudian di wilayah Garut atau Timur itu di lakukan di Tasikmalaya. "Ini untuk menumbuh kembangkan kesadaran khususnya para stekholder kepada wilayahnya, agar masyarakat ini tangguh bencana. Karena JRCP ini merupakan salah satu program unggulan Gubernur mengarah ke Jabar Juara. Jadi sudah ada kesiapan dalam rangka mengantisipasi bila mana terjadi hal hal seperti begitu," jelasnya.

Ia juga menambahkan, tetapi masyarakat di Jawa Barat ini harus tangguh menghadapi bencana, siap dalam situasi tertentu, paling tidak yang bersangkutan tahu. Jadi kesiapanya seperti apa ketika ada bencana. Penanganan bencana jug tergantung kearifan lokalnya, karena kan beda beda.  Workshop di ikuti peserta di wilayah Bogor Raya meliputi Sukabumi, Bogor dan Cianjur. "Target kegiatan ini menjadikan masyarakat Jawa Barat yang tangguh siaga terhadap bencana. Artinya kami menarik saran dan masukan dari kota kabupaten sebanyak mungkin untuk kami tuangkan dalam regulasi yang bentuknya nanti berupa Pergub. Karena untuk JRCP ini hanya wadah. JRCP ini merupakan pedoman umum untuk menjadi Jabar yang tangguh bencana yang nanti akan diantisipasi kabupaten kota," pungkasnya. (FDL)

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »