Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Selesaikan Masalah Sentul City, Pemkab Siap Gelar Public Hearing

Dibaca 0 kali


CIBINONG (Emsatu.com)- Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan siap memfasilitasi warga perumahan Sentul City yang menginginkan adanya mediasi atau digelarnya public hearing untuk kejelasan polemik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang saat ini terjadi.

Menurut Iwan, polemik yang saat ini terjadi sudah sangat berlarut-larut. Jalan keluarnya, hanyalah dengan duduk bersama dengan semua pihak yang terlibat baik Sentul City maupun Pemerintah Kabupaten Bogor.


"Ya kita terima kalau ingin mediasi. Kita tanyakan, dulunya bagaimana. Kenapa dulu sepakat tapi sekarang tidak," kata Iwan kepada wartawan, Kamis (31/1).

Dalam putusan MA, Sentul City wajib menyerahkan PSU nya kepada Pemkab Bogor karena berdasarkan aturan, pengelolaan SPAM itu harusnya dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam hal ini PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Namun, kenyataan saat ini malah terjadi tarik ulur antara sentul dengan pemda karena sebagian PSU milik Sentul City masih belum diberikan.

"Kalau kita kan gak ada masalah. PDAM juga siap mengambil itu sesuai dengan aturan yang mengharuskan. Jadi ya jangan beginilah. Saya setuju jika mediasi dilakukan," ungkap Iwan.

Sementara, Paguyuban Warga Sentul City (PWSC) Cinta Damai mengaku sudah nyaman dengan pelayajan dari PT SGC yang merupakan anak PT Sentul City sebagai pengelola SPAM meski harga yang diberikan terlampau mahal. Sedang KWSC kabarnya menginginkan pengelolaan dilakukan oleh BUMD yakni PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

"Kita ingin mediasi dengan Bupati Bogor dan anggota dewan yang memfasilitasi. Kita juga ingin mediasi dengan stakehloder berkaitan. Tidak hanya kita, tapi KWSC juga," kata Ketua PWSC, Erwin Lebe.

Selama ini, dia mengaku warga tidak keberatan dengan tarif biaya air yang dikelola PT Sentul City. Tapi setelah berpolemik, bahkan hingga ada putusan dari MA pasokan air kini terancam tersendat karena kabarnya PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) anak perusaha Sentul City akan menghentikan pasokan air.

"Kami terkena dampaknya. Kebutugan kami harus dipenuhi oleh PT Sentul City sesuai dengan pernjanjian yang sudah disepakati didalam PPJB Township Managemen," ungkap Erwin.

Erwin menerangkan, warga yang ada di lingkungan Sentul City sangat membutuhkan jaminan keamanan dan kebersihan serta pelayanan lainnya yang telah disepekati bersama didalam PPJB mengenai Township Managemen antara warga dengan pihak PT. Sentul City, Tbk atau anak perusahaannya sebagai pengelola.

"Kami meminta pihak PT. Sentul City, Tbk/SGC untuk tetap memberikan jaminan pasokan air bersih untuk dialirkan kepada warga yang tinggal di lingkungan Sentul City yang tergabung didalam wadah PWSC Cinta Damai pasca dikeluarkannya putusan MA No.463 K/TUN/2018. Karena kami selama ini tidak ada masalah dengan tarif yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati didalam PPJB Township Managemen," tegas dia.

PWSC pun meminta Bupati Kabupaten Bogor dan PDAM Tirta Kahuripan untuk mencarikan solusi dan alternatif yang bijak pasca keputusan MA No.463 K/TUN/2018 tersebut agar pasokan air bersih pada masa transisi ini tetap dialirkan kepada seluruh warga yang tinggal di Perumahan Sentul City, khususnya warga yang tergabung didalam PWSC. (MTH)

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »