Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hari Departemen Agama, Seberapa Banyak Peran Agama Dalam Kehidupan

Dibaca 0 kali

Oleh: Fathimah Adz. (Pemerhati Sosial dan Dunia Remaja)

Hem, sobat semua ada yang tau tidak, tanggal 3 january kemarin adalah hari Departemen Agama? Yupz, tepat setahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia.  Pada tahun ini Departemen Agama telah berusia 72 tahun. Setiap tahunnya, Departemen Agama akan memperingati Hami Amal Bakti disetiap ulang tahunnya.

Dalam rapat besar (sidang) Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), tanggal 11 Juli 1945, Muhammad Yamin mengusulkan tentang perlunya diadakan kementrian yang istimewa, yaitu yang berhubungan dengan agama. Yups, tak lain adalah Kementrian Islamiyyah yang menurutnya akan memberikan jaminan dan kebebasan beragama dan menjaga tempat tempat ibadah kaum muslimin. Seperti surau, wakaf, masjid, musholla, dan langgar, serta madrasah-madrasah islamiyah. Hal ini ditinjau karena mayoritas bangsa Indonesia kala itu beragama Islam. Namun sayangnya, usulan ini tak langsung disambut, bahkan tak mendapat sambutan yang baik. Baru setelah dirundingkan kembali, akhirnya usulan ini berhasil diterima. Dan dijadikan kementrian Departemen Agama yang bermula pada tanggal 3 January 1946.

Visi Departemen agama juga diabadikan dalam menteri agama no. 8 tahun 2006, yaitu:
“ Terwujudnya Masyarakat Indonesia yang taat beragama,maju,sejahtera, dan cerdas, serta saling menghormati antar sesame pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia”

But Wait, apakah selama puluhan tahun ini visi departemen agama sudah terlaksana?

Ternyata, menurut liputan6.com, menteri agama RI yaitu Lukman Hakim Saifuddin mendukung kelompok LGBT dan bahkan pernyataannya ini sempat viral 2017 lalu. Juga yang katanya departemen agama sebagai jaminan kebebasan beragama dan tempat tempat ibadah, justru pernah mengatur pengeras suara bagi langgar, masjid, dan musholla (wartakota.com).

Hal ini terjadi, karena agama dianggap dan diterapkan sebagai eksistensi saja. Yang penting ada departemen agama, tanpa memperhatikan seberapa banyak agama sudah diterapkan. Padahal , agama adalah hal yang paling penting bagi kehidupan bermasyarakat, supaya terhindar dari hal hal yang melanggar atau bahkan abnormal.

Yang dibutuhkan adalah peran departemen agama untuk mensukseskan diterapkannya syariat islam secara sempurna. Dimana ketika ada kemaksiatan, departemen agamalah yang menindak lanjuti secara tegas. Sehingga nggak ada celah untuk remaja atau masyarakat untuk berbuat maksiat. Dan ketika seluruh masyarakat tak berbuat maksiat,maka tak ada celah untuk Allah menurunkan berkahNya. Yang ada hanyalah negri yang aman tentram dan damai, serta Rabba yang maha pengampun.

So, yuk rayakan hari bakti amal departemen agama dengan kembali menerapkan islam secara kaffah. Meski departemen agama belum begitu menerapkan islam dalam kehidupan dan system bernegara, setidaknya kita sebagai remaja, akan menjadi cikal bakal pemimpin peradaban dengan islam yang mulia.
Wallahu a’lam.




Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »