Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Harga Tiket Pesawat Melambung, Rakyat Semakin Buntung

Dibaca 0 kali



Oleh : Fathimah Adz (Penulis buku, pemerhati social dan remaja)

Baru baru ini para pengguna jasa pesawat terbang harus dikejutkan dengan tingginya harga tarif penerbangan. Harga tiket yang melambung tinggi ini hampir menyeluruh untuk rute penerbangan domestic. Ketua Indonesia National Air Carrier Asosiation (INACA), I Gusti Askhara Danadiputra menjelaskan, pemicu melambungnya haga tiket pesawat domestic diakibatkan karena tingginya biaya bahan bakar, yaitu lebih dari 150%.

Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim bahwa naiknya harga tiketpesawatt yang sedang terjadi saat ini masih dalam batas wajar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menteri Perhubungan Masyarakat, Budi Karya Sumadi pun meminta agar para masyarakat tidak terlalu berlebihan dalam menangapi kenaikan harga tiket tersebut. Budi bahkan meminta masyarakat untuk berbesar hati dan menerima secara ikhlas dengan kebijakan maskapai pesawat terbang ini.

Budi Karya menjelaskan bahwa selama beberapa hari ini terjadi persaingan hebat antar masapai. Yaitu persaingan masalah harga tiket. Dia menyadari bahwa kenaikan harga tiket pesawat terbang ini banyak dikeluhkan oleh para masyarakat. Namun disisi lain, Budi meminta masyarakat berbesar hati, dan memperhatikan bahwa kenaikan harga ini demi keberlangsungan industry penerbangan. Apalagi menurutnya sudah banyak beberapa Negara yang mengalami kebangkrutan dibidang industry penerbangan ini. (Kumparan.com)

Meski sebelumnya dikatakan oleh kemenhub bahwa kenaikan tarif oleh maskapai disesuaikan dengan daya beli masyarakat dan memperhatikan keberlangsungan industry penerbangan, tapi kenyataan di masyrakat jauh sangat berbeda. Warga mengeluhkan harga tiket domestic yang melambung tinggi, bahkan di low season sekalipun. Kita ambil contoh saya harga tiket ke Padang , Sumatera Barat. Salah satu warga bernama Pringadi Abdi menuturkan bahwa biasanya harga tiket penerbangan ke Padang berkisar antara 700-800 ribu. Namun kini untuk harga tiket Lion Air saja,harga tket penerbangan ke Padang pada low season sekitar 1 juta lebih. (Batamnews.co.id)

Selain itu,para penduduk daerah Aceh pun akhirnya berbondong bonding membuat paspor,hanya demi melakukan penerbangan ke Jakarta. Hal ini disebabkan karena tiket pesawat ke Jakarta lebih murah jika berangkat dari Kuala Lumpur. Dan sangat mahal jika berangkat dari Aceh. (Wowkeren.com). Dengan banyaknya keluhan tersebut, masyarakat pun membuat petisi untuk beberapa pihak. Petisi di Change.org ini dibuat oleh masyarakat bernama Iskandar Zulkarnain untuk Presiden Joko Widodo,Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Keungan Sri Mulyani, Direktur utama Garuda Indonesia, CEO Garuda Indonesia, dan CEO Lion Air. Hingga tulisan saya ini dibuat, petisi ini sudah di tandatangani lebih dari 6.500 masyarakat.

Tak tahan lagi dengan kebijakan sadis pemerintah.
            
Adanya keluhan keluhan dan petisi yang berhasil di tandatangani oleh banyak masyarakat menandakan bahwa masyarakat benar benar kesulitan dan menjerit dengan adanya kebijakan kebijakan baru yang justru menyengsarakan mereka. Seperti yang kita ketahui, banyak perluasan jalan tol diberbagai daerah, seakan membuat pengalihan isu terkait melambungnya tiket pesawat. Belum lagi masalah social seperti kasus narkoba yang kian merajalela,perzinahan,lgbt. Yang semua ini seakan dibiarkan tanpa diberi solusi tuntas dan menyeluruh dari pihak pemerintahan. Perluasan ruas jalan tol membuat masyarakat teralihkan perhatiannya dari harga tiket yang semakin naik, BPJS yang semakin menyusahkan, belum lagi harga listrik yang naik dan stabil kenaikannya,dan bahkan banyak kebutuhan pokok yang diam diam naik.

Hal ini,jka kita tidak melakukan upaya menyeluruh untuk mengantisipasi atau menasehati pemerintah atas kelalaiannya, maka akan sangat fatal akibatnya bagi generasi dan bangsa kedepannya. Masyarakat akan semakin tercekik di negri yang kaya. Para orang tua akhirnya selalu khawatir terhadap pergaulan dan moral putra putrid nya ketika diluar rumah, belum lagi memikirkan semua kebutuhan pokok dan sekunder yang semakin naik. Apalagi pemerintah yang masih terjerat hutang dengan berbagai Negara adidaya. Bisa saja suatu waktu Negara tersebut menagih utang mereka secara kasar apabila pemerintah sekarang tidak bijak dalam mengelola dan meminimalisir adanya barang impor yang justru semakin memperbesar hutang hutang dan kerumitan bangsa ini.

Islam,solusi untuk permasalahan seluruh alam.

Suatu ketika,teman istri kholifah Umra bin Abdul Aziz datang bertamu. Disudut ruangan, dia melihat sesosok laki laki yang sangat kurus badannya, dan sangat basah kelopak matanya sedang bersimpuh dihadapan RabNya. Lalu si wanita ini bertanya?. “Siapakah laki laki itu?. Apa dia pembantumu ?. ‘ istri kholifah pun menjawab. ‘Bukan. Itu suamiku. Setiap hari dia dilanda kesedihan dan susah tidur akibat memikirkan nasib nasib akyatnya yang kesulitan dan kemiskinan. ‘

Betapa terkejutnya wanita tersebut melihat kondisi kholifah atau pemimpin tertingginya umat ini. Sebelumnya beliau adalah anak dari orang yang berkecukupan. Namun setelah menjadi pemimpin, semua orang terkesima dengan kezuhudan dan ketakutannya terhadap hukum hukum Allah yang tidak ia tunaikan, dan kekhawatirannya tidak dapat mensejahterakan rakyat. Dia tidak mengambil harta rakyat, justru hartanyalah yang digunakan untuk kepentingan rakyat. Ia hanya memiliki visi dan misi yang paling utama,yaitu meriayah atau mengayomi masyarakat sebagaimana mandate yang diamanahkan oleh syariat islam.

Dibawah pemimpin ini, kesahjeraan masyarakat begitu mencengangkan dunia. Hingga penerima zakat tak ditemukan. Semua berlomba lomba mengeluarkan kelebihan hartanya,karena semua benar benar sangat berkecukupan diayomi penguasanya,hingga bahkan tak perlu lagi bekerja. Belum lagi para jomblo yang dimudahkan dalam pernikahannya. Hingga tak ada generasi muslim yang melakukan tindakan tak senonoh,karena akan mendapatkan hukuman yang sangat tegas dari penguasa Kholifah Umar Bin Abdul Aziz.

Itu sepengal kisah sejarawan,bukan hanya sekedar pencitraan karena unsure kemanfaatan. Tapi kesejahteraan itu adalah hasil dari iman dan ketaatan. Bukan karena unsure ingin dilihat, tapi ia mengayomi masyarakatnya karena takutnya pertanggungjawaban yang besar terkait kepemimpinannya. Ia mengayomi masyarakat bukan untuk mendapatkan pujian masyarakat,tapi karena ahlaknya yang sangat baik dan berpegang kuat pada hokum hokum Allah. Hingga tak mustahil,tak ditemukan orang miskin selama kekuasaannya berlangsung.

Tentu hal semacam ini tak ditemukan disistem demokrasi buatan manusia. Yang dimana kekuasaan dicari dengan harga tinggi, kekuasaan diterima bukan karena kepercayaan karena kuatnya iman dan kompetensi layaknya kepemimpinan. Berapa banyak sudah kita temukan coblosan coblosan tanpa nama di tempat tempat pemungutan suara?. Berapa banyak pesantren dan pondok pondok yang didatangi dan diayomi hanya untuk meminta mereka mencoblos dirinya? Berapa banyak orang disogok untuk mencoblos parlemennya?
            

2019 akan mengalami pesta pilpres dan pesta pileg,apa yang akan kita lihat?masyarakat begitu dipedulikan  ketika pra pesta demokrasi. Dibikinkan jalan tol,dipenuhi kebutuhannya,dibagikan uang, dengan target meraih kursi dan kemenangan. Namun,coba kita perhatikan pasca ia meraih kemenangan?. Ummat kembali diderai air mata dan kesusahan. Biaya hidup kian mahal.masuk jalan tol mahal,tiket pesawat domestic sangat mahal,sedangkan gaji para pegawai sipil dan guru dibawah standar.

Saatnya ummat bermuhasabah. Saatnya umat rindu dan menyongsong keadilan dan kesejahteraan abadi dibawah naungan syariat dan hokum hukumNya. Dimana para pemimpin dipilih karena iman dan ketaatannya, bukan karena harta dan seberapa besar uang sogokannya.

Mari kita meraih system yang paling mengayomi. Penghilang kesenjangan dengan system ekonomi islam. pencetak generasi tangguh dan kuat iman dengan system pergaulan,perundang undangan,serta system pendidikan yang berasas islam. para pemuda yang tangguh dan cinta agama dan bangsa, hingga tak akan diam jika agama dinista,atau negri mereka dijajah secara perlahan oleh Negara adidaya.

Karena hokum keadilan yang baku hanya bersumber dari Al quran dan hadits. Hokum yang memanusiakan manusia. Dan mengelola sumber daya alamnya dengan sebaik baik pengelolaan oleh pihak Negara, bukan swasta. Hingga penghasilan yang di dapat dari sumber daya alam itu digunakan untuk mensejahterakan masyarakat.

Hanya hukum dan system islam lah yang mampu mengubah keadaan yang sangat carut marut disemua bidang ini dengan kedamaian abadi. Kedamaian karena mentaati syariatnya, dan hidup bersistem dengan sistemNya.
Wallahu a’lam bish showab.

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »