Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Atas Perintah Jokowi, Awal November ini Fly Over Martadinata Dibangun

Dibaca 0 kali


BOGOR (Emsatu.com) - Proyek pembangunan fly over atau jalan layang yang membentang sepanjang Jl. RE Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah, akan segera dimulai awal bulan November ini.

Melalui konferensi pers yang digelar di Paseban Sri Bima di Gedung Balaikota, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (01/11/2018) pembangunan fly over akan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai pembangunan sebesar 97M.

Pembangunan fly over sepanjang 458 meter ini memakan waktu selama 420 hari dan didanai dari APBN Tahun Anggaran 2018 dan 2019 yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di Jl. RE Martadinata yang selama ini harus melintasi pintu kereta api.

Walikota Bogor Bima Arya menceritakan bahwa walaupun itu jalan Kota tetapi bisa didanai dari pusat karena adanya perintah langsung dari Presiden Joko Widodo.

"Presiden banyak bertanya soal permasalahan di Kota Bogor dan saya jawab adalah kemacetan di Jalan Martadinata dan saya langsung disuruh berkordinasi dengan kementerian dan walaupun sempat tertunda tapi Alhamdulillah berjalan lancar," ungkapnya.

Selain itu Bima juga menjelaskan bahwa masih ada dua proyek lagi yang akan segera dibangun yaitu di Jl. M A Salmun dan Kebon Pedes. Semuanya untuk mengurai kemacetan di jalur perlintasan rel kereta api. Memang selama ini sejumlah perlintasam rel kereta api menjadi keluhan warga kaitan kemacetan dan lainnya, sehingga harus menjadi prioritas dalam solusi penyelesaiannya.

Rute alternatif yang disediakan oleh pemkot salah satunya adalah melewati Dewi Sartika dan itu bersinggungan dengan adanya PKL disana dan Pemkot sendiri akan segera merelokasi PKL di Dewi Sartika agar jalur alternatif dapat berfungsi dengan baik.

"Kita akselerasikan dengan relokasi PKL dan kita lanjutkan kordinasi dengan Muspida untuk segera merelokasi PKL," tandasnya.

Program pembangunan ini juga memiliki 3 rekayasa lalin selama 3 tahapan pembangunan yaitu rekayasa lalin sampai bulan Desember kendaraan masih bisa melalui Jl. RE Martadinata lalu di bulan Januari 2019 sampai pertengahan Mei 2019 melalui jalur Frontage Road yaitu jalur yang dibangun oleh pengembang di samping pembangunan Fly Over dan di pertengahan Mei sampai September 2019 akan diberlakukan sistem buka tutup jalur.

"Kami berharap masyarakat semuanya mengetahui bahwa akan ada pembangunan disana, sehingga memaklumi adanya pengalihan lalulintas atau rekayasa lalinnya. Semoga pembangunan berjalan lancar," harapnya. (MTH)

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »