Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Supir Angkot Konvensional Demo Tolak Angkot Modern TPK4

Dibaca 0 kali



BOGOR (Emsatu.com) - Baru saja satu hari mengaspal, angkot modern di demo oleh para supir angkot. Puluhan supir angkot 21 jurusan Ciawi-Baranangsiang dan angkot 09 jurusan Sukasari-Warung Jambu, melakukan aksi demo di halaman kantor Dishub Kota Bogor, Jalan Raya Tajur. Akibat aksi demo, Jalan Raya Tajur terjadi kemacetan parah.

Aksi demo yang dilakukan para supir angkot itu terkait dioperasikannya angkot modern di TPK 4 jurusan Ciawi-Ciluer. Para supir angkot menolak angkot modern karena banyak permasalahan yang belum diselesaikannya.

Ketua KKSU 21 Ahmad Jen menegaskan, sampai saat ini belum selesai permasalahan jalur trayek dari program rerouting angkot. Banyak juga pengusaha angkot yang belum mampu melakukan konversi angkot, tapi Dishub sudah memaksakan angkot modern diopersionalkan.

"Kami minta angkot modern tidak di operasionalkan dulu. Pokonya hentikan aktifitas angkot modern di TPK 4," tegasnya.

Berbagai permasalahan yang belum diselesaikan diantaranya, kendaraan AKDP yaitu angkot jurusan Sukasari-Cicurug, Sukasari-Cisarua, Sukasari-Cibedug, yang berasal dari Kabupaten Bogor, jangan masuk ke wilayah jalur Kota Bogor.  Angkot angkot itu harus berhenti di Ciawi. "Kalau angkot AKDP itu tidak berhenti di Ciawi dan tetap masuk ke Kota Bogor, maka supir angkot tetap akan memboikot dioperasionalkannya angkot modern," ucapnya.

Kordinator aksi, Angga menjelaskan, bukan saja masalah kendaraan AKDP saja, masalah supir supir yang sudah memiliki resi TPK tetapi tidak direalisasikan sesuai TPK nya, sampai saat ini belum terselesaikan. Jadijalur jalur trayek itu belum selesai dan semua angkot menerima, mana angkot yang masuk TPK, mana yang masuk feeder dan sebagainya.

"Ini kan tidak jelas, ada yang sudah punya resi di TPK 4 misalnya, tapi malah dipindah ke TPK 2. Angkot angkot belum jelas penempatannya karena memang belum ada sosialisasi apa apa. Semua supir angkot intinya menolak angkot modern dioperasionalkan," jelasnya.

Para supir angkot 21 juga mempertanyakan terkait pengaturan di kawasan Ciawi, karena dengan dioperasionalkannya angkot modern, bisa menimbulkan konflik, karena tidak adanya sub terminal di Ciawi, sedangkan kondisi disana semakin semrawut dan tidak tertata. Para supir khawatir akan terjadi gesekan atau konflik, apalagi AKDP masih masuk ke wilayah Kota Bogor.

"Kalau memang mau mengaktifkan TPK 4, maka kawasan Ciawi harus disiapkan, baik untuk angkot TPK 4 ataupun untuk kendaraan AKDP. Karena Ciawi menjadi ujung pemberhentian angkot angkot TPK 4, otomatis disana semakin semwarut, apalagi sampai saat ini tidak ada sub terminal disana. Dishub ini asal asalan merealisasikan program tanpa menyiapkan dulu sarana prasarananya," tandasnya.

Terkait aksi demo para supir angkot, pihak Dishub Kota Bogor tidak ada satupun yang memberikan komentar ataupun pernyataan. (MTH)

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »