Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Milangkala BBRP ke 7 Gelar Pameran Kujang Padjajaran

Dibaca 0 kali




BOGOR (Emsatu.com) - Jika mendengar kata pusaka tentunya akan berkaitan dengan benda benda bersejarah, seperti halnya yang terdapat di Pameran Kujang Padjajaran yang diselenggarakan oleh Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP) Bogor. Bertempat di lantai 4 Mall Bogor Trade Mall (BTM), Kota Bogor. Puluhan pusaka berbagai jenis di pamerkan dalam pameran Kujang Balad Padjajaran dalam rangka milangkala BPRP ke 7 dari 24 hingga 25 Oktober 2018.

Pameran yang berlangsung selama dua hari itu langsung menjadi perhatian masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa yang tertarik melihat langsung pusaka pusaka yang di pamerkan. Acara itupun sebagai rangkaian menjelang puncak milad BBRP di GOR Padjajaran sekaligus pembacaan naskah Sumpah Pemuda yang diikuti oleh puluhan ribu Balad Padjajaran Jabar dan Banten.

Ketua Umum BBRP Bogor, Atma Wirya  atau biasa disapa Ki Atma mengatakan, pameran ini bertujuan untuk edukasi bagi masyarakat terutama pelajar da  mahasiswa serta para wisatawan atau turis mancanegara. Untuk mencari sesuatu yang lebih bagus, indah, antik yang bisa menunjukan nilai kebudayaan khususnya Padjajaran.

"Kita ingin mencoba hal baru tidak hanya pameran saja melainkan dipadukan kegiatan seni budaya seperti tarian tarian, penampilan wayang bambu dan sebagainya," ujar Atma.

Dalam pameran ini, ada sejumlah pusaka pusaka yang dipamerkan, untuk pusaka terjauh dari Timur Tengah. mungkin dahulu ada hubungan perdagangan antara Kerajaan Padjajaran dengan Portugis sehingga pusaka ini diterima oleh Raja Padjajaran ke VI, Ragam Mulia Suryakencana dan terakhir pernah disimpan di Istana Bogor pada zaman VOC.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui soal benda benda pusaka, bisa melihat langsung di pameran Pusaka Kujang Padjajaran. "Silahkan datang kesini dan melihat langsung pusaka pusaka disini. Banyak sekali ilmu pengetahuan dan tentang sejarah kebudayaan yang bisa didapatkan, karena di pameran inu juga banyak para narasumber atau sejarawan maupun budayawan untuk memberikam ilmu pengetahuan maupun wawasannya," pungkas Atma. (MTH)


Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »