Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ana Yuliana, Penulis Novel Maila yang Peduli Autis

Dibaca 0 kali

Ana Yuliana, Penulis Novel Maila yang Peduli Autis 

Emsatu.com, Lampung - Ana Yuliana, seorang guru dari Muaradua, Sumatera Selatan, saat ini sedang menggalang dana untuk kegiatan amal bagi anak autis melalui penjualan novel karyanya yang berjudul Maila. Dalam novel tersebut Ana mengangkat kisah tentang kehidupan anak autis yang berupaya agar bisa hidup sewajarnya sebagaimana anak-anak yang lain. Dalam novel itu juga dikisahkan bagaimana orang-orang terdekat seharusnya memperlakukan anak autis agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Novel Maila saat ini sedang dijual secara online dan sudah mendapat respon yang cukup baik dari pembaca di berbagai kota. Ana Yuliana berkomitmen bahwa sebagian keuntungan dari penjualan novel tersebut akan didonasikan untuk kegiatan amal bagi anak autis.

Ana Yuliana mengungkapkan bahwa selama ini dirinya sudah sering mengadakan kegiatan amal, dari skala lokal hingga nasional, yang terakhir dilakukannya adalah penggalangan dana untuk korban gempa Lombok. Dan sekarang dirinya membuat novel yang mengisahkan perjuangan hidup anak autis, dan sebagian keuntungan penjualan novelnya untuk mereka juga. Ana langsung memasukkan komponen amal dalam harga novel sehingga setiap novel yang dibeli konsumen maka di situ sudah ada bagian untuk kegiatan amal.  “Sebagian memang kalau tidak ditodong ya agak sungkan keluar uang walau  cuma receh,” demikian kata Ana.
           
Ana berharap novel Maila karyanya bisa direspon positif oleh pembaca. Selama ini, kata Ana, penggalan-penggalan dalam novel itu merupakan cerita bersambung yang diposting pada grup penulisan di media sosial, yang tiap kali diposting selalu mendapat ribuan respon dari pembaca.

 “Kendati ada bumbu-bumbu kisah asmara dalam novel Maila, insya Allah isi novel ini bukan hanya hiburan semata. Sudah dibaca oleh ribuan orang di media sosial, dan mendapat apresiasi yang baik dengan ratusan komentar. Hampir semua berkomentar lebih mensyukuri hidup setelah membacanya dan berpendapat bahwa novel ini layak dibaca oleh semua lapisan usia,” pungkas Ana. (tyo)

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »