Kabar Terkini

Iklan

Iklan

EKONOMI

Bogor Raya

Advertising

Iklan

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Adzan dan Syaetan

Dibaca 0 kali


Sebuah Renungan 

Oleh : Fathimah AdzDari forum Kompak menulis Jember. Sekarang saya menjadi guru disalah satu SD swasta Jember.

Setiap minggu aku dan abahku punya kajian khusus di rumah kami, dimana banyak juga masyarakat lain yang datang. Mungkin kajian di rumah kami itu tak begitu popular, hanya sekedar membahas tentang makar makar jin dan syaitan,juga apa saja gejala gejalanya, hal apa yang mengganggu atau bahkan mereka benci. Hingga kita sebagai manusia lebih berhati hati lagi dalam beramal dan beraktivitas, semoga dalam aktivitas kita tersebut tak ada benih benih hasutan syaitan yang bisa membuat amal kita bahkan bernilai sia sia. Semisal riya,atau yang lainnya mungkin. Ya,, seperti itulah.

Minggu lalu kami juga membahas tentang hal-hal yang paling ditakuti dan dibenci syaitan dan bala tentaranya. Selain bangun malamnya seorang muslim untuk bermunajat kepada Rabbnya, di dalam kitab karangan Syaikh Wahid Abdussalam juga djelaskan bahwa syaitan dan para kolonialnya sangat sangat membenci suara adzan. Yupz, adzan adalah seruan Allah SWT yang di kumandangkan sebagai pertanda masuknya waktu sholat bagi ummat Islam. (kiblatnet.com)

Adzan adalah seruan mulia ciptaan Rabb semesta alam, Maha pemberi nyawa di setiap jiwa manusia. Begitu mulianya adzan, bahkan Rasul mengkhabarkan bahwa para muadzin,yang mendengarkan suara adzan tersebut mendapat keutamaan yang besar sekali. Salah satu janji Allah bagi seorang muadzin adalah ia akan dimintakan ampun oleh seluruh benda yang ada di bumi.

الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ


Artinya, “Muadzin diampuni sejauh jangkauan azannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar azannya memohonkan ampunan untuknya,” (HR Ahmad).



Rasulullah Saw. juga bersabda,

مَنْ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ هَذَا يَقِيْنًا، دَخَلَ الْجَنَّةَ


“Barangsiapa yang mengatakan seperti yang dikatakan oleh Mu’adzzin dengan yakin, maka ia akan masuk surga. (HR an-Nasa’i, Kitab Sunan an-Nasa’i)

Dengan keutamaan inilah,syaitan membenci seruan adzan. Bahkan menghalang halangi manusia untuk menjawabnya,melakukannya,atau bahkan sampai ke tahap yang lebih parah lagi,yaitu merendahkan dan meremehkannya.

Wajar syaitan benci adzan,karena mereka tak ingin sendiri di neraka. Mereka punya banyak plaining agar manusia menjadi teman terbanyaknya,atau bahkan menjadi sahabatnya di neraka. Akankah kita mau menjadi pengikut syaitan sampai kejurang kehancuran? Naudzubillah tsmumma naudzubillah..


Namun ,kali ini mirisnya adalah para syaitan itu kini bukan hanya bergelut di dunianya. Bukan hanya membisik bisikkan,bukan hanya menghalang halangi. Bahkan syaitan sekarang sudah berhasil merasuk kedalam fikiran bapak bapak atasan kita,yang dimana mereka adalah penguasa negeri pertiwi kita. Seorang penguasa punya kekuatan besar untuk memerintah,menerapkan suatu hukum,dan mengenakan sanksi bagi para pidana.
Lalu,bagaimana ketika para bapak atasan kita itulah yang menjadi jubir jubir syitan? Bagaimana jika para penguasa itulah yang membenci dan bahkan membatasi kami dalam menunaikan seruan Allah untuk banyak manusia? Lalu dimanakah HAM iu bagi kami ?


Seperti yang dikutip oleh cnnindonesia.com ,wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi  meminta agar Kementrian Agama mengatur penggunaan suara suara yang menggunakan pengeras suara di tempat tempat ibadah.
Zainut mengganggap perlu ada peraturan yang dapat menjamin terbangunnya kehidupan yang aman ,rukun,damai,dan harmonis antar elemen masyarakat. Selanjutnya ,Menteri Agama Lukman Hakim Syaefuddin menggugah lima poin intruksi Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam tentang penggunaan pengeras suara di Masjid,Langgar ataupun Mushollah di akun twitter pribadinya.

Selama ini,adakah adzan itu menyebabkan bentrok antar agama lain di Indonesia? Bukankah baru karena peristiwa ibu Meiliana ini kan.
Lalu,pernahkan menyadari bahwa peraturan yang menjamin terbangunnya kehidupan yang damai hanyalah Sistem Islam?

Bapak bapak atasan,biarkan syaitan saja yang benci adzan. Kita jangan. Karena adzan seruan Allah yang maha Rahman. Kita sebagai hamba sudah di ciptakan dengan seperangkat aturan,maka tugas kita hanya menjalankan. Biarkan syaitan saja di Jahannam. Kita jangan. Karena kita tidak akan sanggup dan tahan. Maka marilah kita saling mengingatkan. Bahwa kehidupan harmonis lagi damai hanya terlahir dari Islam. Maka ,masihkah kita menentang??


Wallahu A’lam

*Guru Utama di HS Paud Mutiara Umat, pernah belajar di rumah Qur'an Ar Rahman Lawang Malang. Tinggal di Jember

Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »